STATISTIK DAN PENELITIAN UNTUK KESEHATAN

STATISTIK DAN PENELITIAN UNTUK KESEHATAN



1. PENGERTIAN STATISTIK
Sugiyono (2007), dalam arti sempit statistik dapat diartikan sebagai data, tetapi dalam arti luas statistik dapat diartikan sebagai alat. alat untuk analisis dan alat untuk membantu pengambilan keputusan.
Dari Sudjana (2001), statistik merupakan salah satu alat yang sangat penting, digunakan dalam menentukan sebagai cara pengumpulan data, menyajikan, menganalisa dan menyimpulkan hasil dari data tersebut.

2. PENGERTIAN PENELITIAN
Penelitian dalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dalam rangka mencapai tujuan dan kegunaan tertentu dalam penelitian.
Menurut Kepmendikbud (1999), penelitian merupakan kegiatan taat kaidah dalam upaya menemukan kebenaran dan menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.
Penelitian merupakan metode yang digunakan sebagai alat untuk menemukan kebenaran, disamping itu penelitian timbul karena adanya suatu pemikiran kritis.


A. JENIS PENELITIAN UNTUK KESEHATAN
Adapun pengelompokan jenis penelitian kesehatan itu beragam dan menurut metode yang dianut, penelitian kesehatan dapat digolongkan menjadi 3 kelompok besar :

1. Metode Penelitian Survei
Penelitian tidak dilakukan terhadap seluruh objek yang diteliti atau populasi, tetapi hanya mengambil sebagaian dari populasi tersebut yang disebut sampel. penelitian survei digolongkan lagi menjadi 2 :

a) Penelitian Survei Deskriptif
Peneliti diarahkan untuk menggambarkan suatu keadaan, misal sebagai Contoh : gambaran distribusi penyakit dalam suatu masyarakat. Dalam survei diskriptif pada umumnya penelitian menjawab pertanyaan bagaimana.

b) Penelitian Survei Analitik
Penelitian diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi survei analitik ini pada umumnya berusaha menjawab pertanyaan mengapa, sebagai Contoh : Mengapa masyarakat tidak menggunakan fasilitas yang telah tersedia. Sedangkan dalam penelitian survei analitik dibagi menjadi 3 :
1) Cross Sectional
Penelitian yang dilakukan dengan mengambil waktu tertentu yang relative pendek dan tempat tertentu. Dilakukan pada beberapa objek yang berbeda taraf. Cara, pengambilan data variabel bebas dan variabel tergantung dilakukan sekali waktu pada saat yang bersamaan. Populasinya adalah semua responden, baik yang mempunyai kriteria variabel bebas dan variabel tergantung maupun tidak, misal Contoh : Hubungan antara Depo Provera dengan Obesitas pada wanita usia subur (WUS), populasinya adalah semua wanita usia subur (WUS) baik yang ikut provero maupun tidak, serta baik yang obesitas maupun tidak. Cara pengambilan datanya, setiap responden diambil datanya untuk 2 variabel sekaligus (setiap WUS), yaitu data tentang memakai depo provera atau tidak, sekaligus diukur sedang mengalami obesitas atau tidak.

2) Cohort / Prospektif
Penelitian dimana pengambilan data variabel bebas (sebab) dilakukan terlebih dahulu, setelah beberapa waktu kemudian baru dilakukan pengambilan data variabel tergantung (akibat). Populasi pada penelitian ini adalah semua responden yang mempunyai kriteria variabel sebab (sebagai kelompok studi). Pada penelitian Cohort perlu kontrol, yaitu kelompok yang tidak mempunyai kriteria variabel sebab, misal Contoh : Hubungan antara depo provera dengan obesitas pada wanita usia subur, jika penelitian menggunakan pendekatan Cohort, maka populasinya adalah : Semua Wanita Usia Subur yang menggunakan depo provera (kelompok studi), sedangkan kelompok kontrolnya adalah : Semua WUS yang tidak menggunakan depo provera. Setelah dilakukan pengamatan (selama 1 tahun), dilakukan pengmabilan data obesitas (variabel akibat), baik pada kelompok sebab maupun kelompok akibat. Kemudian data kedua kelompok studi dan kontrol dianalisa dengan menggunakan uji statistik yang sesuai.

3) Retrospektif / Kasus Kontrol
Penelitian analitik dengan pendekatan retrospektif adalah penelitian dimana pengambilan data variabel akibat (dependent) dilakukan terlebih dahulu, kemudian baru diukur variabel sebab yang telah terjadi pada waktu yang lalu, misalnya setahun yang lalu, dengan cara menanyakan pada responden, Contoh : Hubungan antara depo provera dengan obesitas pada WUS, jika penelitian menggunakan pendekatan retrospektif, maka populasinya adalah : Semua WUS yang mengalami obesitas (kelompok studi), sedangkan kelompok kontrolnya adalah : semua WUS yang tidak mengalami obesitas.

2. Metode Penelitian Eksperimen
Dalam penelitian eksperimen atau percobaan, peneliti melakukan percobaan atau perlakuan terhadap variabel independennya, kemudian mengukur akibat atau pengaruh percobaan tersebut pada dependen variabel.

DAFTAR PUSTAKA
Sugiyono (2007). Statistik untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta
V. Wiratna Sujarweni (2015). Statistik untuk Kesehatan. Yogyakarta : Gava Media

Komentar